Translate

Wednesday, April 27, 2016

Just Wanna Say Somethin'


Huffttt...hufftt...hufttt..


          Itulah yang akhir-akhir ini terjadi padaku, terlalu sering menghela nafas panjang, terlalu sering mengeluh pada diri sendiri dan Allah, terlalu sering memikirkan hal-hal yang membuat jenuh, capek, be-te, stress. Dan masih banyak lagi pikiran negatif yang terlintas di dalam pikiran. Dan semoga kedepan akan banyak pikiran positif yang terus mengalir dan menggantikan pikiran negatif itu dengan pikiran positif.

          Mungkin memang karena sudah terlalu capek dan bosan dengan keadaan yang masih tetap saja seperti itu, tidak ada progress yang berarti bahkan bisa dikatakan menurun mungkin. Berusaha diperbaiki, tetapi tetap saja keadaannya sama, bahkan lebih memburuk dengan masuknya pikiran dari orang-orang baru yang bahkan bisa dibilang tidak tahu keadaan, tapi berlagak tahu tentang seisi dunia. Mungkin berusaha menjadi lebih sabar adalah salah satu progress (yang terjadi di dalam diriku) akhir-akhir ini. Dan aku mensyukurinya.

          Mungkin juga aku juga mulai jenuh dengan lingkungan, mulai bosan dengan orang-orang sekitar yang entahlah...seperti tidak punya pendirian. Bagai kayu yang ada ditengah lautan, hanya mengikuti kemana ombak akan menghempaskan. Kenapa tidak bisa menjadi karang dan batuan, yang masih bisa tahan sebesar apapun ombak menerjang dan masih memiliki acuan untuk semua tindakan.

         

      Mulai capek dengan orang-orang yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri tanpa ada pertimbangan kehidupan orang lain. Mulai capek dengan orang-orang yang hanya mementingkan urusan mereka saja, keuntungan mereka saja..tidak memikirkan padahal hal itu berpengaruh besar pada kehidupan orang lain. Kebijaksnaan hanya berdasar atas urusan sendiri.

Mulai capek dengan orang-orang yang berlagak peduli padahal tidak punya rasa sama sekali, bahkan gak ada yang namanya toleransi. Mereka hanya berpikir cara agar kantong mereka terus isi, tanpa peduli yang lainnya apakah bisa makan walaupun hanya sesuap nasi.

          Ada lagi yang mempunyai seribu wajah.. dan yang jelas dari awal aku sudah tidak suka dengan kesemua wajahnya. Semua hanya ilusi, semua hanya bayangan, semua tertutupi dengan senyuman. Heiiii.. maaf saja, saya bisa tahu dengan melihat sikapmu, semua kata yang terucap dari bibirmu, itulah yang bisa menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Yahhh...thats life. Sepertinya pelajaran PIK jaman kuliah di Ilmu Komunikasi dulu sangat membantu untuk memahami mereka.

          Terkadang aku takut menjadi bagian dari 'dunia liar' atau juga bisa aku bilang 'hutan belantara' ini. Mereka seperti menutup mata akan keadaan, akan lingkungan, akan hal-hal apapun yang terjadi di sekitar mereka. Mereka sudah mulai buta dengan segala keramah tamahan Tuhan yang mereka raih sehingga mengabaikan hak-hak orang lain, mengabaikan kewajiban mereka sendiri, berlaku semena-mena, bahkan menjadikan yang lemah sebagai sasaran empuk kebutaan mereka. Waahhh...benar-benar kehidupan liar yang aku sudah masuk kedalamnya. Semakin lama semakin tahu setiap detail wajah dan sifat, semakin tahu tentang langkah dan tujuan yang berlandaskan keinginan menjadi lebih dan lebih dan lebih. 


          Tidak.....aku tidak menyesali keputusanku sebelumnya untuk masuk ke dalam hutan ini. Aku tidak meratapi ataupun berandai-andai tentang hal yang sudah aku putuskan, hal yang sudah aku pilih. Karena hidup adalah pilihan, dan aku selalu percaya dan benar-benar yakin kalau pilihanku adalah yang terbaik dari Allah. Karena DIA tidak akan membiarkanku memilih sesuatu yang bukan terbaik untukku. Aku benar-benar yakin tentang hal tersebut. Aku hanya berdoa agar aku tidak sampai tersesat di dalam hutan ini, dan masih bisa berjalan melihat cahaya dan mengamati sekitarku. Aku selalu berdoa agar diberikan jalan yang terbaik dan masih lurus. Dan jangan lupa akan semua nasihat orang tua di rumah. 


          Pasti ada hikmah dalam setiap pilihan yang telah aku buat. Entah hikmah tersebut aku dapatkan ketika aku berjalan, berlari, ataupun ketika aku jatuh tersungkur. Percayalah...bahwa pasti ada pelajaran dari hal-hal itu. Mungkin aku bisa lebih tahu lagi karakter orang, mungkin aku bisa tahu siapa yang 'lurus' dan siapa yang 'berbelok', siapa yang 'peduli' dan siapa yang 'masa bodoh', siapa yang menghormati dan siapa yang meremehkan, siapa yang tulus dan siapa yang terpakasa, siapa yang hanya bertopeng dan siapa yang sebenarnya, siapa yang menjaga dan siapa yang ingkar, siapa yang egois dan siapa yang tepo seliro. Yahhh.. inilah hidup, bermacam orang menyertai perjalanan dan disertai karakter masing-masing.

          Aku selalu ingat kata-kata ayahku, semua cerita tentang perjalanannya selama meniti karir serta kehidupan hingga sekarang ini. Selalu teringat kata-kata dan nasihat ibu yang selalu mengingatkan akan sholat, dan segala hal yang aku tidak boleh tinggalkan. Teringat kata-kata ayah bahwa kejujuran harus dijunjung tinggi, jangan sampai lingkungan kita merusak semua moralitas yang sudah ditanamkan oleh ayah ibu. Beliau juga selalu mengatakan bahwa setiap orang punya karakter berbeda, punya pemikiran berbeda, punya cara berbeda dalam melakukan tugasnya, dan pastinya ada sisi positif dan negatif. Setiap hal baru pasti akan muncul pro dan kontra, itu hal yang wajar dan harus dimaklumi. Dan akhir-akhir ini yang bisa beliau (ayah dan ibu) katakan padaku hanyalah SABAR, banyak-banyak bersabar, lihat nanti bagaimana.

         Yupp.... dan selanjutnya tentu tetap akan menjadi keputusan saya untuk memilih....lagi-lagi dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Berdoa saja semoga diberikan jalan yang terbaik, dan semoga pilihan saya akan menjadi jalan terbaik bagi kehidupan saya nantinya. Aamiin... 
Keep smile and keep your spirit blazing..!!! Dan jangan lupa bersyukur atas kehidupan yang sekarang saya jalani, kesehatan yang diberi, kebahagiaan yang aku rasakan, masih bisa mengeluarkan tawa dan senyuman yang sunggingkan di bibirku, keluarga yang selalu memberikan support, dan masih banyak hal lain yang bisa saya syukuri. 


~ ~  k e e p   h a p p y   a n d   s m i l e  ~ ~



Monday, March 28, 2016

MY FIRST ONE DAY TRIP - OPEN TRIP AND ALONE

Hai hai hai !!!!!
Lama tak bersua..... Hari ini agak be-te soalnya ada email masuk yg mengabarkan ada yang berusaha masuk email ku.. Jadilah harus ngubah pasword..dan saya ga suka.. :(

Zap..zap..zap..
Hilangkan be-te hari ini dengan menulis..!!!

Pada suatu hari...pengenlah saya jalan-jalan dikarenakan kantor lagi ga jelas dan terlalu banyak masalah dan bikin saya sumpek, dan karena ga ada temen yang bisa diajak jalan (*bukan karena ga punya yaa..tapi pada ga bisa) alhasil saya mencob ikutan open trip. Yah..beraninya sih yang dekat aja, ke Lembang, Bandung. Dengan membulatkan tekad dan mengenyampingkan rasa takut dan was-was..jadilah saya daftar ikut trip tersebut. Sebenarnya tripnya udah sebulan yang lalu sih.

Itinerary trip nya sih..berangkat jam 06.00 dari plaza Semanggi dan bakal sampe di tempat yang sama jam 20.00 malam harinya (dan tepat waktu lho !!)
Tujuan dari trip ini adalah...


1. Farm House Lembang

Tujuan pertama, dan yang paling bikin aku tertarik ikut trip ini. Kalau aku lihat sih..sepertinya tempat ini masih baru. Mungkin baru dikembangkan baru-baru ini. Dari awal masuk ke tempat wisata ini, kita sudah disuguhi pemandangan hijau...hijau...hijau...(maksudnya rumput yang di depan tempat wisata itu.. Hahhaa) dan tentunya pohon-pohon rindang. Jam operasionalnya sih jam 09.00 s/d malem atau sore gitu lah..lupa aku. Dan ketika masuk..kita sudah ditawari beli voucher, yang juga dianggap sebagai tiket masuk, seharga Rp. 20.000,-. Dan voucher itu bisa ditukar dengan segelas susu sapi murni atau sebuah sosis bakar. 

Orang banyak datang kesana karena memang tempat ini unik, seru, baru... dan tentunya menarik. Di dalamnya ada tempat yang disebut dengan rumah Hobbit, rumah yang kecil dan biasanya ditinggali oleh kurcaci. Dan mungkin itulah yang menjadi daya tarik utama dari tempat ini. Disana juga ada tempat untuk meletakkan gembok cinta ala-ala di drama korea. Dan yang menarik lagi adalah adanya tempat seperti bangunan Belanda, dan disitu juga menawarkan jasa sewa baju seperti nonik-nonik Belanda (*seperti yang ada di kaleng biskuit.. Hahahhaa). 

Di dalam Farm House tersebut juga ada tempat makan dan tempat beli oleh-oleh. Berbagai macam produk ditawarkan...mulai dari madu, snack, jus buah dan sayur, serta aneka pernak pernik. Selain itu, juga terdapat taman bunga yang disertai air mancur. Pokoknya seru deh...coba datang sendiri yaaaa..





2. Taman Bungan Begonia

Tujuan kedua trip aku ini adalah Taman Bungan Begonia. Oke..jujur saja, saya kecewa di tempat ini.
Aku kira tempat ini adalah taman bunga yang luas dan indah. Dan ternyata ga terlalu luas..dan yaaahhhh... gitu-gitu aja, berbagai warna bunga begonia di dalam pot yang ditata apik. Ada tempat makannya juga sih. Aku ga begitu tertarik untuk datang lagi ke sana. Sepertinya sih...tempat ini memang diperuntukkan buat tempat foto-foto aja. 

Yang paling menghibur adalah karena airnya seger bangetttt.. dan tempat sholat yang cukup nyaman, tapi tidak dengan kamar kecilnya.





3. Miss Bee Providore

Dan satu lagi yang bikin kecewa... Awalnya aku kira tempat ini seperti apa...dan ternyata jauh dibawah ekspektasi. ternyata hanya tempat makan biasa aja. 
Dan yang jelas...makanannya mahaaallll..!!!! rasanya juga so so so aja. 


        Yang lumayan menghibur adalah perjalanan dari Taman Bunga Begonia ke Miss Bee Providore. Karena kita melewati jalanan berliku dan naik-turun, yang disamping kiri kanannya kami disuguhi pemandangan yang indah....kita juga melewati daerah Punclut, yang mungkin indah jika diwaktu malam hari, tapi yang jelas kalau masih siang yaaa...biasa saja. Tapi kalau kita mampir di tempat makan yang ada di tepi jalan, kita juga akan disuguhi pemandangan indah kota dari atas pegunungan. 

        Yaaahhhh..bagaimanapun tidak ada yang disesali dari trip kali ini. Paling tidak, udah pernah ke sana, tahu tempat baru..dapet teman baru, serta pengalaman baru. Tapi yang paling OK dari ketiga tempat itu adalah tempat pertama...dijamin ga bakal menyesal berkunjung kesana. (ren)



~ ~ ~  S E E   Y O U   I N   T H E   N E X T   T R I P  ~ ~ ~

Friday, January 22, 2016

AMAZING TRIP TO PEUCANG

Something New in Every Step


You'll always found something new in every step you take. New insights, new friends, new experiences, etc. Just take your step, don't just stay in your box.



Sebenarnya ke Pulau Peucang itu sudah setahun yang lalu, tapi baru dapet 'mood' nya buat share ya hari ini.

Sejujurnya sih..aku gak begitu hafal buat nama-nama pulau yang sudah aku singgahi selama perjalanan muter-muter di sekitar pulau Peucang ini. Tapi...ya semua juga tahu kalau setiap perjalanan, apapun itu, pasti ada sisi 'mengharukan' dan sisi menyenangkan tentunya. Yang jelas pengalaman baru dan teman yang baru.

Saat perjalanan ke Peucang ini, meeting point dari tour agent adalah di Terminal Serang. Kebayang saja, saya yang selama di Jakarta hanya pergi by taxi atau enggak diantar sodara, ya akhirnya memberanikan diri untuk naik bus ke Terminal Serang. Awalnya memang mau bareng teman-teman lainnya berangkat dari Slipi, tapi yaa males aja harus ke Slipi dulu. Dengan modal nekat, nyampe juga kok di Terminal Serang.


Nah, kita berangkat dari Terminal Serang itu kita menuju dermaga (lupa nama dermaganya) jam 23:00 dan sampe tempat tersebut jam  4:00. Yang jelas perjalannya bagaikan kita naik gerobak, jalannya.....MasyaAllah...benar-benar, SESUATU. Tapi walaupun jalanan seperti itu juga masih pada bisa tidur tuh di mobil. Oh iya, kita serombongan itu ber-16, saya dan teman-teman berjumlah 4 orang dan sisanya adalah teman-teman yang berasal dari Bandung.

Kita melanjutkan lagi perjalanan ke Pulau Peucang kalo ga salah sih sekitar jam 7 atau 8 pagi, dan untuk mencapai tujuan pertama kami itu sekitar 3-4 jam (??) perjalanan naik kapal (aku ga tau biasanya disebut apa). Seingatku sih..kita langsung snorkeling deh, dan itu sampe sore.
Dan memang pantai di Pulau Peucang itu indaaahhh... pasirnya putih bersih dan lembut terasa di sela-sela jari kaki. Lautnya biru... bisa terbayang kan, bagaimana indahnya pantai yang masih terjaga kebersihannya, belum tercemari dengan sampah-sampah. Sekedar info saja, kalau kalian menganggap pulau Peucang itu akan ada rumah penduduk, Anda Salah...disana hanya ada penginapan saja, dan jumlahnya pun terbatas. Di Peucang, hewan-hewan berkeliaran dengan bebas. Hati-hati saja dengan barang yang dibawa. Karena banyak monyet berkeliaran.


Setelah hari agak sore, kita lanjut ke Cidaon...entahlah sebenarnya kita mau lihat apaan di Cidaon, karena selama disana gw cuma bisa lihat sapi..ya hanya sapi, sapi liar lebih jelasnya. Dan tentu saja hamparan tanah lapang yang ditumbuhi rerumputan dan di kelilingi oleh hutan, yang menurut saya, termasuk lebat. Dan untuk menuju padang rumput tersebut, tentu saja kami harus melewatu hutan-hutan juga. Banyak suara-suara burung terdengan, dan saya tidak tahu jenis apa. Katanya kalau beruntung bisa ketemu badak (??) atau enggak burung merak. 

Di pantai tersebut juga lah kita melihat matahari terbenam, bahasa gaulnya sunset. Setelah puas melihat sunset, barulah kita kembali ke penginapan yang ada di Pulau Peucang.  


Di hari kedua, kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain air..yaitu snorkeling. Walaupun di hari pertama sudah sempat kita ber-snorkeling, di hari kedua ini kita lebih banyak lagi spot yang dikunjungi dan lebih lama tentunya. Yah...walaupun ombak cukup kencang, tapi nikmati saja. Bahkan pernah sampai kehempas ombak sampai tepi pantai dan nabrak karang T.T.... gosong deh ini paha kaki.

Dan di penghujung sore saat perjalanan pulang, kita mampir dulu ke Pulau Handeleum buat main canoe. Kami menyusuri hilir sungai sampai ke dalam hutan. Di sana saya bisa lihat adanya jejak kaki badak bercula satu. Kami pun sempat melihat ular yang melingkar di atas batang pohon yang kami lewati. Agak ngeri juga sih, saat lewat di bawahnya, takut kejatuhan ular itu.. Hiiiiii...

Memang sih..saat di Handeleum kami sudah kesorean, jadi saat selesai canoeing, langit sudah mulai agak gelap, mungkin efek dari mendung juga ya. Dari situ kami langsung menuju dermaga (entah apa namanya) yang sama saat kita berangkat. Dan saat perjalanan pulang tersebut hujan lebat, angin kencang dan petir bersahut-sahutan. Kebayang donggg...di tengah lautan yang gelap dalam keadaan seperti itu. Tapi sekali lagi saya bilang...nikmati saja. :)

Sebenarnya kalau bagi saya, trip saya kali ini belum berakhir sampai di situ saja, karena saya harus melewati perjalanan pulang dari dermaga ke Serang. Habis itu masih lanjut lagi Serang - Jakarta. Walaupun sampai Serang pukul 01:00 dini hari, tapi dapat bus ke Jakartanya jam 3:30 an. Alhasil saya sampai rumah adalah jam 6:00 daaaannn saya langsung berangkat kerja. Yah..itulah nikmatnya hidup, selama masih bisa menikmati, ya dinikmati saja. (ren)


~~~~~~~ S E E    Y O U    I N   T H E   N E X T    T R I P  ~~~~~~