Translate

Friday, January 22, 2016

AMAZING TRIP TO PEUCANG

Something New in Every Step


You'll always found something new in every step you take. New insights, new friends, new experiences, etc. Just take your step, don't just stay in your box.



Sebenarnya ke Pulau Peucang itu sudah setahun yang lalu, tapi baru dapet 'mood' nya buat share ya hari ini.

Sejujurnya sih..aku gak begitu hafal buat nama-nama pulau yang sudah aku singgahi selama perjalanan muter-muter di sekitar pulau Peucang ini. Tapi...ya semua juga tahu kalau setiap perjalanan, apapun itu, pasti ada sisi 'mengharukan' dan sisi menyenangkan tentunya. Yang jelas pengalaman baru dan teman yang baru.

Saat perjalanan ke Peucang ini, meeting point dari tour agent adalah di Terminal Serang. Kebayang saja, saya yang selama di Jakarta hanya pergi by taxi atau enggak diantar sodara, ya akhirnya memberanikan diri untuk naik bus ke Terminal Serang. Awalnya memang mau bareng teman-teman lainnya berangkat dari Slipi, tapi yaa males aja harus ke Slipi dulu. Dengan modal nekat, nyampe juga kok di Terminal Serang.


Nah, kita berangkat dari Terminal Serang itu kita menuju dermaga (lupa nama dermaganya) jam 23:00 dan sampe tempat tersebut jam  4:00. Yang jelas perjalannya bagaikan kita naik gerobak, jalannya.....MasyaAllah...benar-benar, SESUATU. Tapi walaupun jalanan seperti itu juga masih pada bisa tidur tuh di mobil. Oh iya, kita serombongan itu ber-16, saya dan teman-teman berjumlah 4 orang dan sisanya adalah teman-teman yang berasal dari Bandung.

Kita melanjutkan lagi perjalanan ke Pulau Peucang kalo ga salah sih sekitar jam 7 atau 8 pagi, dan untuk mencapai tujuan pertama kami itu sekitar 3-4 jam (??) perjalanan naik kapal (aku ga tau biasanya disebut apa). Seingatku sih..kita langsung snorkeling deh, dan itu sampe sore.
Dan memang pantai di Pulau Peucang itu indaaahhh... pasirnya putih bersih dan lembut terasa di sela-sela jari kaki. Lautnya biru... bisa terbayang kan, bagaimana indahnya pantai yang masih terjaga kebersihannya, belum tercemari dengan sampah-sampah. Sekedar info saja, kalau kalian menganggap pulau Peucang itu akan ada rumah penduduk, Anda Salah...disana hanya ada penginapan saja, dan jumlahnya pun terbatas. Di Peucang, hewan-hewan berkeliaran dengan bebas. Hati-hati saja dengan barang yang dibawa. Karena banyak monyet berkeliaran.


Setelah hari agak sore, kita lanjut ke Cidaon...entahlah sebenarnya kita mau lihat apaan di Cidaon, karena selama disana gw cuma bisa lihat sapi..ya hanya sapi, sapi liar lebih jelasnya. Dan tentu saja hamparan tanah lapang yang ditumbuhi rerumputan dan di kelilingi oleh hutan, yang menurut saya, termasuk lebat. Dan untuk menuju padang rumput tersebut, tentu saja kami harus melewatu hutan-hutan juga. Banyak suara-suara burung terdengan, dan saya tidak tahu jenis apa. Katanya kalau beruntung bisa ketemu badak (??) atau enggak burung merak. 

Di pantai tersebut juga lah kita melihat matahari terbenam, bahasa gaulnya sunset. Setelah puas melihat sunset, barulah kita kembali ke penginapan yang ada di Pulau Peucang.  


Di hari kedua, kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain air..yaitu snorkeling. Walaupun di hari pertama sudah sempat kita ber-snorkeling, di hari kedua ini kita lebih banyak lagi spot yang dikunjungi dan lebih lama tentunya. Yah...walaupun ombak cukup kencang, tapi nikmati saja. Bahkan pernah sampai kehempas ombak sampai tepi pantai dan nabrak karang T.T.... gosong deh ini paha kaki.

Dan di penghujung sore saat perjalanan pulang, kita mampir dulu ke Pulau Handeleum buat main canoe. Kami menyusuri hilir sungai sampai ke dalam hutan. Di sana saya bisa lihat adanya jejak kaki badak bercula satu. Kami pun sempat melihat ular yang melingkar di atas batang pohon yang kami lewati. Agak ngeri juga sih, saat lewat di bawahnya, takut kejatuhan ular itu.. Hiiiiii...

Memang sih..saat di Handeleum kami sudah kesorean, jadi saat selesai canoeing, langit sudah mulai agak gelap, mungkin efek dari mendung juga ya. Dari situ kami langsung menuju dermaga (entah apa namanya) yang sama saat kita berangkat. Dan saat perjalanan pulang tersebut hujan lebat, angin kencang dan petir bersahut-sahutan. Kebayang donggg...di tengah lautan yang gelap dalam keadaan seperti itu. Tapi sekali lagi saya bilang...nikmati saja. :)

Sebenarnya kalau bagi saya, trip saya kali ini belum berakhir sampai di situ saja, karena saya harus melewati perjalanan pulang dari dermaga ke Serang. Habis itu masih lanjut lagi Serang - Jakarta. Walaupun sampai Serang pukul 01:00 dini hari, tapi dapat bus ke Jakartanya jam 3:30 an. Alhasil saya sampai rumah adalah jam 6:00 daaaannn saya langsung berangkat kerja. Yah..itulah nikmatnya hidup, selama masih bisa menikmati, ya dinikmati saja. (ren)


~~~~~~~ S E E    Y O U    I N   T H E   N E X T    T R I P  ~~~~~~