Huffttt...hufftt...hufttt..
Itulah yang akhir-akhir ini terjadi padaku, terlalu sering menghela nafas panjang, terlalu sering mengeluh pada diri sendiri dan Allah, terlalu sering memikirkan hal-hal yang membuat jenuh, capek, be-te, stress. Dan masih banyak lagi pikiran negatif yang terlintas di dalam pikiran. Dan semoga kedepan akan banyak pikiran positif yang terus mengalir dan menggantikan pikiran negatif itu dengan pikiran positif.
Mungkin memang karena sudah terlalu capek dan bosan dengan keadaan yang masih tetap saja seperti itu, tidak ada progress yang berarti bahkan bisa dikatakan menurun mungkin. Berusaha diperbaiki, tetapi tetap saja keadaannya sama, bahkan lebih memburuk dengan masuknya pikiran dari orang-orang baru yang bahkan bisa dibilang tidak tahu keadaan, tapi berlagak tahu tentang seisi dunia. Mungkin berusaha menjadi lebih sabar adalah salah satu progress (yang terjadi di dalam diriku) akhir-akhir ini. Dan aku mensyukurinya.
Mungkin juga aku juga mulai jenuh dengan lingkungan, mulai bosan dengan orang-orang sekitar yang entahlah...seperti tidak punya pendirian. Bagai kayu yang ada ditengah lautan, hanya mengikuti kemana ombak akan menghempaskan. Kenapa tidak bisa menjadi karang dan batuan, yang masih bisa tahan sebesar apapun ombak menerjang dan masih memiliki acuan untuk semua tindakan.
Mulai capek dengan orang-orang yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri tanpa ada pertimbangan kehidupan orang lain. Mulai capek dengan orang-orang yang hanya mementingkan urusan mereka saja, keuntungan mereka saja..tidak memikirkan padahal hal itu berpengaruh besar pada kehidupan orang lain. Kebijaksnaan hanya berdasar atas urusan sendiri.
Mulai capek dengan orang-orang yang berlagak peduli padahal tidak punya rasa sama sekali, bahkan gak ada yang namanya toleransi. Mereka hanya berpikir cara agar kantong mereka terus isi, tanpa peduli yang lainnya apakah bisa makan walaupun hanya sesuap nasi.
Ada lagi yang mempunyai seribu wajah.. dan yang jelas dari awal aku sudah tidak suka dengan kesemua wajahnya. Semua hanya ilusi, semua hanya bayangan, semua tertutupi dengan senyuman. Heiiii.. maaf saja, saya bisa tahu dengan melihat sikapmu, semua kata yang terucap dari bibirmu, itulah yang bisa menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Yahhh...thats life. Sepertinya pelajaran PIK jaman kuliah di Ilmu Komunikasi dulu sangat membantu untuk memahami mereka.
Terkadang aku takut menjadi bagian dari 'dunia liar' atau juga bisa aku bilang 'hutan belantara' ini. Mereka seperti menutup mata akan keadaan, akan lingkungan, akan hal-hal apapun yang terjadi di sekitar mereka. Mereka sudah mulai buta dengan segala keramah tamahan Tuhan yang mereka raih sehingga mengabaikan hak-hak orang lain, mengabaikan kewajiban mereka sendiri, berlaku semena-mena, bahkan menjadikan yang lemah sebagai sasaran empuk kebutaan mereka. Waahhh...benar-benar kehidupan liar yang aku sudah masuk kedalamnya. Semakin lama semakin tahu setiap detail wajah dan sifat, semakin tahu tentang langkah dan tujuan yang berlandaskan keinginan menjadi lebih dan lebih dan lebih.

Tidak.....aku tidak menyesali keputusanku sebelumnya untuk masuk ke dalam hutan ini. Aku tidak meratapi ataupun berandai-andai tentang hal yang sudah aku putuskan, hal yang sudah aku pilih. Karena hidup adalah pilihan, dan aku selalu percaya dan benar-benar yakin kalau pilihanku adalah yang terbaik dari Allah. Karena DIA tidak akan membiarkanku memilih sesuatu yang bukan terbaik untukku. Aku benar-benar yakin tentang hal tersebut. Aku hanya berdoa agar aku tidak sampai tersesat di dalam hutan ini, dan masih bisa berjalan melihat cahaya dan mengamati sekitarku. Aku selalu berdoa agar diberikan jalan yang terbaik dan masih lurus. Dan jangan lupa akan semua nasihat orang tua di rumah.
Pasti ada hikmah dalam setiap pilihan yang telah aku buat. Entah hikmah tersebut aku dapatkan ketika aku berjalan, berlari, ataupun ketika aku jatuh tersungkur. Percayalah...bahwa pasti ada pelajaran dari hal-hal itu. Mungkin aku bisa lebih tahu lagi karakter orang, mungkin aku bisa tahu siapa yang 'lurus' dan siapa yang 'berbelok', siapa yang 'peduli' dan siapa yang 'masa bodoh', siapa yang menghormati dan siapa yang meremehkan, siapa yang tulus dan siapa yang terpakasa, siapa yang hanya bertopeng dan siapa yang sebenarnya, siapa yang menjaga dan siapa yang ingkar, siapa yang egois dan siapa yang tepo seliro. Yahhh.. inilah hidup, bermacam orang menyertai perjalanan dan disertai karakter masing-masing.
Aku selalu ingat kata-kata ayahku, semua cerita tentang perjalanannya selama meniti karir serta kehidupan hingga sekarang ini. Selalu teringat kata-kata dan nasihat ibu yang selalu mengingatkan akan sholat, dan segala hal yang aku tidak boleh tinggalkan. Teringat kata-kata ayah bahwa kejujuran harus dijunjung tinggi, jangan sampai lingkungan kita merusak semua moralitas yang sudah ditanamkan oleh ayah ibu. Beliau juga selalu mengatakan bahwa setiap orang punya karakter berbeda, punya pemikiran berbeda, punya cara berbeda dalam melakukan tugasnya, dan pastinya ada sisi positif dan negatif. Setiap hal baru pasti akan muncul pro dan kontra, itu hal yang wajar dan harus dimaklumi. Dan akhir-akhir ini yang bisa beliau (ayah dan ibu) katakan padaku hanyalah SABAR, banyak-banyak bersabar, lihat nanti bagaimana.
Yupp.... dan selanjutnya tentu tetap akan menjadi keputusan saya untuk memilih....lagi-lagi dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Berdoa saja semoga diberikan jalan yang terbaik, dan semoga pilihan saya akan menjadi jalan terbaik bagi kehidupan saya nantinya. Aamiin...
Keep smile and keep your spirit blazing..!!! Dan jangan lupa bersyukur atas kehidupan yang sekarang saya jalani, kesehatan yang diberi, kebahagiaan yang aku rasakan, masih bisa mengeluarkan tawa dan senyuman yang sunggingkan di bibirku, keluarga yang selalu memberikan support, dan masih banyak hal lain yang bisa saya syukuri.
~ ~ k e e p h a p p y a n d s m i l e ~ ~

