Translate

Monday, October 21, 2019

GANGGUAN WICARA

Setelah lama tidak terisi, mungkin kali ini akan lebih sering nulis rangkuman teori saja deh untuk akhir-akhir ini.. Belum ada hal yang cukup menarik untuk aku share. :)


Otak merupakan bagian terpenting dari bagian tubuh kita. Otak memerlukan cukup besar aliran darah pada tubuh manusia. Apabila aliran darah ke otak terganggu, sehingga jumlah oksigen di dalam otak tidak cukup, maka bisa menimbulkan kerusakan otak yang disebut dengan stroke.

Jika kerusakan tersebut terjadi pada hemisfir kiri (bagian otak yang menguasai kerja anggota tubuh sebelah kanan), maka akan menimbulkan gangguan wicara, yang disebut dengan afasia (aphasia).




Terdapat beberapa macam afasia, antara lain:

  • Afasia Broca – kerusakan (disebut lesion) terjadi pada daerah Broca – terganggunya alat-alat ujaran termasuk bentuk mulut, terganggunya perencanaan dan pengungkapan ujaran.
  • Afasia Wernicke – kerusakan pada daerah Wernicke (bagian agak ke belakang dari lobe temporal) atau bisa juga merambah korteks lain yang brdekatan. Penderitanya lancar berbicara, tetapi kalimat-kalimat yang diucapkan sukar dimengerti, karena sering keliru dalam memilih kata, mereka juga mengalami gangguan komprehensi lisan (tidak mudah memahami kata yang kita ucapkan).
  • Afasia Anomik – terjadi pada bagian depan dari lobe parietal atau pada batas antara lobe parietal dengan lobe temporal. Tampak pada ketidak-mampuan penderita untuk mengaitkan konsep dengan bunyi atau kata yang mewakilinya.
  • Afasia Global – terjadi di beberapa daerah otak (menyebar dari Broca melewati korteks motor, menuju lobe parietal, dan sampai ke daerah Wernicke). Penderita mengalami gangguan fisikal dan verbal.
  • Afasia Konduksi (conduction aphasia) – kerusakan pada fiber-fiber yang ada pada fasikulus arkuat yang menghubungkan lobe frontal dan lobe temporal. Penderita tidak dapat mengulang kata yang barusan saja diberikan kepadanya. 
Terdapat gangguan wicara lainnya, yaitu:
  • Disartria (dysarthria) – gangguan berupa lafal yang tidak jelas tetapi dengan ujaran yang utuh, yang disebabkan oleh kerusakan korteks motor yang ada di otak.
  • Agnosia atau demensia (dementia) – gangguan pada pembuatan (memformulasikan) ide yang akan dikatakan sehingga isi ujarannya yang loncat-loncat.
  • Diseleksia (dyselexia) – terdapat dua macam, yaitu
    • Aleksia (alexia) – hilangnya kemampuan membaca.
    • Agrafia (agraphia) – hilangnya kemampuan untuk menulis dengan huruf normal. (ren)
(Referensi: Dardjowidjojo, Soenjono. 2016. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor)