Translate

Tuesday, May 8, 2012

"Queen In Hyun's Man" ...My New Drama !! ^^



 

"Ketika mantra itu diucapkan

..maka… wwuuuuuzzzz.. 

datanglah dia ke dunia 

yang berbeda dari tempat tinggalnya"




Whaaa..drama favorit baru yang aku ikuti saat ini, selain “Fashion King” dan “Rooftop Prince”. Dengan cerita yang bikin ketawa ketiwi and romantisss.. Nih sinopsisnya:
"Kim Boong-Do (Ji Hyun-Woo) is a noble man from the Joseon Dynasty, approximately 300 years ago. He then happens to travel through time and winds up in present day Seoul, South Korea. Kim Boong-Do then crosses paths with Choi Hee-Jin (Yoo In-Na), a not so successful actress. Choi Hee-Jin is currently performing as Queen In-Hyun in the drama series "New Jang Hee-Bin". These two people fall into a romantic relationship ..." (source: http://asianwiki.com/Queen_In-Hyun%27s_Man)
Mengambil setting jaman kerajaan Jeoson dan jaman modern saat ini, drama ini menyatukan dua jaman yang berbeda. Mereka member warna tersendiri dalam drama ini. Antrama drama kolosal dan romantic drama yang menggetarkan hati..(#eeeaaaaa). 
Itu adalah salah satu inti dari cerita dalam drama baru berjudul “Queen In Hyun’s Man”. Memang dari sinopsisnya keliatan mirip sama drama “Rooftop Prince”, tapi setelah diliat beberapa episode ternyata beda  lhoo….!!! 

Ceritanya di awal-awal episode malah lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Dan banyak lagi perbedaannya.. jangan disamakan deh, soalnya emang gak sama. Patut diacungi jempol deh buat nih drama.. DAN satu lagi.. main/lead actor-nya both ganteng semuaaaa…keren semuaaa… heee..^^(ren)

Monday, May 7, 2012

MY NEW IDOL !! ^^

 

Pertama tahu dia sih di iklan JJ Royal Coffee -‘Winter’-nya A.Vivaldi..dang langsung ‘jatuh hati’ sama suara biola yang dimainkannya. Pemain biola muda yang berbakat sekaligus tampan, itulah 'Iskandar Widjaja'. (bagiku..^^). 


Emang awalnya aku suka banget sama suara piano n biola. Saking sukanya ma suara piano, bahkan gw sampek punya harapan nyari suami yang bias maen piano dan kalo punya anak ntar, gw suruh les music deh. Paling enggak kan si bapaknya punya bakat. Hahhaaa..
Ngefans berat sama mereka-mereka yang ahli memeainkan jarinya di alat music, mulai dari Bond, Maksim, film ‘August Rush’, juga ditambah suka nonton Nodame Cantabile juga (fans berat Chiaki).. waahhh tambah deh kegemaran dengerin suara music classic. Walaupun aku gak tahu menahu tentang music.
Nama “Iskandar Widjaja” membuat kegemaranku itu tambah dan tambah lagi. Awal liat uda suka terus pas liat lagi dia muncul di acara ‘Friends-ANTV’ langsung deh googling tentang dia. Udah cakep..berbakat pula..apalagi ada kaitannya sama MUSIC.. Hwaaaa… My New Idol… Kkkk~~~
Cuma sedikit sih yang aku tahu tentang si pemain biola cakep ini.

" The Gold Medal of the First International Hindemith Violin Competition is only one of the many prizes that Iskandar Widjaja has been awarded during the course of his young career. Early honors include First Prize in the German national competition “Jugend musiziert”, “Best Bach” and “Best Beethoven” sonatas in the XXI Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini, the “Julius Junior – Young Talent” category awarded by Berlin’s Mayor to outstanding city personalities as well as scholarships from the “Deutsche Stiftung Musikleben”.

Iskandar’s activities as a soloist have taken him to all five continents. He has performed with such ensembles as the Sydney Symphony Orchestra, the Dubrovnik Symphony Orchestra, the Sinfonieorchester Berlin, the Orchestre de la Suisse Romande and others. He has concertized at such renowned festivals as the “Kissinger Summer”, “Valdres Sommersymfoni”, “Festival de St. Prex”, “Music Festival Phnom Penh” and “Keshet Eilon”. 

Iskandar Widjaja received valuable artistic impulses from Dora Schwarzberg, Christian Tetzlaff, Shlomo Mintz and Ida Haendel. He has also conducted master classes at the Pelita Harapan University in Jakarta and joined the faculty of the Valdres Festival, Norway. Furthermore he is musical advisor of the MKI Company (Musik Klasik Indonesia), having the mission of spreading classical music in Indonesia. 

Born in Berlin, Iskandar began playing violin at the age of four, at first with the Suzuki method under Susan Mann. At eleven, he was accepted as a young student at the College of Music in Berlin, where he studied with Ursula Scholz and Joachim Hantzschk. Furthermore he studied at the Julius Stern Institute Berlin – the pre-college division for the highly musically gifted. After completing secondary school, he studied violin at the University of the Arts in Berlin with Prof. Uwe-Martin Haiberg and Prof. Ilan Gronich, which he completed in 2010.
His Debut Album “Bach ’n’ Blues” was released in August 2011 by OehmsClassics." (source: http://www.iskandarwidjaja.com/)

Waaaahhh bener-bener kagum banget sama ni orang. Bertambah kagum saat liat videonya pas maen 'Carmen Fantasy'-nya Sarasate….wwuuiiihhhh heboh langsung. Suka banget sih emang sama melody itu. Kan 'Carmen Fantasy' juga ada di film Nodame.. Whaaa iri banget ma orang-orang yang pandai main music…lha gw sepertinya gak punya bakat kali ya?? Padahal dari SD pengen banget bias maen piano atau biola.. Hehehe. (ren)