Pertama tahu dia sih di iklan JJ Royal Coffee -‘Winter’-nya A.Vivaldi..dang langsung ‘jatuh hati’ sama suara biola yang dimainkannya. Pemain biola muda yang berbakat sekaligus tampan, itulah 'Iskandar Widjaja'. (bagiku..^^).
Emang awalnya aku suka banget sama suara piano n biola. Saking
sukanya ma suara piano, bahkan gw sampek punya harapan nyari suami yang bias maen
piano dan kalo punya anak ntar, gw suruh les music deh. Paling enggak kan si
bapaknya punya bakat. Hahhaaa..
Ngefans berat sama mereka-mereka yang ahli memeainkan
jarinya di alat music, mulai dari Bond, Maksim, film ‘August Rush’, juga
ditambah suka nonton Nodame Cantabile juga (fans berat Chiaki).. waahhh tambah
deh kegemaran dengerin suara music classic. Walaupun aku gak tahu menahu
tentang music.
Nama “Iskandar Widjaja” membuat kegemaranku itu tambah dan
tambah lagi. Awal liat uda suka terus pas liat lagi dia muncul di acara ‘Friends-ANTV’
langsung deh googling tentang dia. Udah cakep..berbakat pula..apalagi ada
kaitannya sama MUSIC.. Hwaaaa… My New Idol… Kkkk~~~
Cuma sedikit sih yang aku tahu tentang si pemain biola cakep
ini.
Emang awalnya aku suka banget sama suara piano n biola. Saking
sukanya ma suara piano, bahkan gw sampek punya harapan nyari suami yang bias maen
piano dan kalo punya anak ntar, gw suruh les music deh. Paling enggak kan si
bapaknya punya bakat. Hahhaaa..
Ngefans berat sama mereka-mereka yang ahli memeainkan
jarinya di alat music, mulai dari Bond, Maksim, film ‘August Rush’, juga
ditambah suka nonton Nodame Cantabile juga (fans berat Chiaki).. waahhh tambah
deh kegemaran dengerin suara music classic. Walaupun aku gak tahu menahu
tentang music.
Nama “Iskandar Widjaja” membuat kegemaranku itu tambah dan
tambah lagi. Awal liat uda suka terus pas liat lagi dia muncul di acara ‘Friends-ANTV’
langsung deh googling tentang dia. Udah cakep..berbakat pula..apalagi ada
kaitannya sama MUSIC.. Hwaaaa… My New Idol… Kkkk~~~
Cuma sedikit sih yang aku tahu tentang si pemain biola cakep
ini.
" The Gold Medal of the First International Hindemith Violin Competition
is only one of the many prizes that Iskandar Widjaja has been awarded during the course of his young career.
Early honors include First Prize in the German national competition “Jugend musiziert”,
“Best Bach” and “Best Beethoven” sonatas in the XXI Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini,
the “Julius Junior – Young Talent” category awarded by Berlin’s Mayor to outstanding city personalities
as well as scholarships from the “Deutsche Stiftung Musikleben”.
Iskandar’s activities as a soloist have taken him to all five continents.
He has performed with such ensembles as the Sydney Symphony Orchestra,
the Dubrovnik Symphony Orchestra, the Sinfonieorchester Berlin, the Orchestre de la Suisse Romande and others.
He has concertized at such renowned festivals as the “Kissinger Summer”,
“Valdres Sommersymfoni”, “Festival de St. Prex”, “Music Festival Phnom Penh” and “Keshet Eilon”.
Iskandar Widjaja received valuable artistic impulses from Dora Schwarzberg, Christian Tetzlaff,
Shlomo Mintz and Ida Haendel.
He has also conducted master classes at the Pelita Harapan University in Jakarta
and joined the faculty of the Valdres Festival, Norway.
Furthermore he is musical advisor of the MKI Company (Musik Klasik Indonesia),
having the mission of spreading classical music in Indonesia.
Born in Berlin, Iskandar began playing violin at the age of four,
at first with the Suzuki method under Susan Mann.
At eleven, he was accepted as a young student at the College of Music in Berlin,
where he studied with Ursula Scholz and Joachim Hantzschk.
Furthermore he studied at the Julius Stern Institute Berlin – the pre-college division for the highly musically gifted.
After completing secondary school,
he studied violin at the University of the Arts in Berlin with Prof. Uwe-Martin Haiberg
and Prof. Ilan Gronich, which he completed in 2010.
His Debut Album “Bach ’n’ Blues” was released in August 2011 by OehmsClassics." (source: http://www.iskandarwidjaja.com/)

No comments:
Post a Comment