Oke gaess… Gara-gara semalam aku nonton film “Keramat” di kantor dengan tiga orang teman kantor lainnya, jadi kepikiran buat sedikit analisis ini film.. Hohoho… Its been too long I’m not analyzing a movie....Soooo...harap maklum kalau tulisanku sangat random and shabby.. Hehehhee...
Secara
singkat, film “Keramat” ini menceritakan tentang sekelompok kru film yang akan
melakukan pengambilan gambar di daerah Yogyakarta. Saat berangkat, mereka
sebenarnya sudah mendapat rintangan, yaitu kereta api yang bermasalah di tengah
jalan, Migi yang merasa kurang enak badan. Ketika baru pertama menginjakkan
kaki di Yogyakarta saja mereka sudah di sambut dengan adanya peringatan dari
seorang yang mereka anggap gila bilang “Wongso..Wongso..Muliho” (*semoga gak
salah). Yang ternyata “Wongso” adalah nama dari ayahnya Migi. Setelah itu ada
pula kejadian ketika mereka baru sampai di rumah tua yang menjadi tempat mereka
menginap. Di dalam rumah tersebut ada satu set gamelan Jawa. Pada hari pertama
mereka menginap, mereka mendengar ada orang menangis dan bunyi gamelan yang
tiba-tiba. Dan selama proses ‘reading’
mereka mulai banyak mengalami hal-hal yang mistis. Apalagi setelah salah satu talent mereka kerasukan, dan tiba-tiba
menghilang. Mereka awalnya memanggil seorang dukun untuk menyembuhkan Migi yang
kerasukan, tetapi tiba-tiba Migi menghilang sehingga semua anggota kru harus
mencarinya dan masuk ke alam gaib (*atau kemanapun mereka terbawa). Dalam
proses pencarian tersebut, satu per satu dari anggota kru film tersebut
menghilang. Salah satu pesan yang tentu akan sangat diingat adalah mengenai
pesan tentang “Hanya hati yang bersih yang akan menemukan jalan kembali.” . Selama
proses pencarian Migi tersebut, mereka banyak menemui hal-hal gaib dan menemui
berbagai macam godaan. Dan hingga akhirnya hanya tersisa tiga orang yang bias
melalui rintangan itu, yaitu Poppy, Sadha, dan Migi.
Jika
dilihat dari segi nilai yang terkandung di dalam film “Keramat” ini, diluar
dari ini kisah nyata atau bukan, banyak sekali nilai-nilai yang
dimaksukkan dalam film “Keramat” ini. Mitos-mitos yang ada di masyarakat sekitar Yogyakarta pun banyak dimuat di dalamnya. Salah satu diantaranya adalah ada 3 macam godaan
paling berat yang harus dilalui seseorang dalam hidup. Godaan-godaan tersebut
adalah (1) harta (yang ditunjukkan dengan adegan saat Brama menemukan cincin akik dan keris gaib); (2)
wanita (yang ditunjukkan dengan adegan pada saat si Diaz lebih memilih menemani
wanita ‘misterius’ yang ada di tengah hutan, daripada ikut pergi bersama dengan
teman-temannya); dan (3) tahta/kedudukan (ditunjukkan pada adegan saat si
Cungkring mau membantu sang Sutradara setelah dijanjikan akan dijadikan
cameramen dalam film-nya selanjutnya). Semua hal tersebut merupakan
godaan-godaan yang ada dalam kehidupan manusia sebelum menuju sebuah kesuksesan
dalam hidup. Juga ada peringatan bahwa manusia harus tetap menjaga alam, bahwa
semuanya akan kembali ke alam. Sebenarnya
arti dari kata “alam” yang sering disebut di film ini juga masih menjadi banyak
pertanyaan. Apakah yang dimaksudkan adalah alam lingkungan, atau ‘alam’ dari
hati manusia sendiri.(ren)
(to be continue.... ) *kayak di sinetron-sinetron ajah..
Selanjutnya kita bakalan ngomong masalah genre analysis ... repertoire of elements nya..
No comments:
Post a Comment