Translate

Friday, December 12, 2014

MALAM JUM'AT BERKUTAT DENGAN FILM "KERAMAT"



Oke gaess… Gara-gara semalam aku nonton film “Keramat” di kantor dengan tiga orang teman kantor lainnya, jadi kepikiran buat sedikit analisis ini film.. Hohoho… Its been too long I’m not analyzing a movie....Soooo...harap maklum kalau tulisanku sangat random and shabby.. Hehehhee...


Secara singkat, film “Keramat” ini menceritakan tentang sekelompok kru film yang akan melakukan pengambilan gambar di daerah Yogyakarta. Saat berangkat, mereka sebenarnya sudah mendapat rintangan, yaitu kereta api yang bermasalah di tengah jalan, Migi yang merasa kurang enak badan. Ketika baru pertama menginjakkan kaki di Yogyakarta saja mereka sudah di sambut dengan adanya peringatan dari seorang yang mereka anggap gila bilang “Wongso..Wongso..Muliho” (*semoga gak salah). Yang ternyata “Wongso” adalah nama dari ayahnya Migi. Setelah itu ada pula kejadian ketika mereka baru sampai di rumah tua yang menjadi tempat mereka menginap. Di dalam rumah tersebut ada satu set gamelan Jawa. Pada hari pertama mereka menginap, mereka mendengar ada orang menangis dan bunyi gamelan yang tiba-tiba. Dan selama proses ‘reading’ mereka mulai banyak mengalami hal-hal yang mistis. Apalagi setelah salah satu talent mereka kerasukan, dan tiba-tiba menghilang. Mereka awalnya memanggil seorang dukun untuk menyembuhkan Migi yang kerasukan, tetapi tiba-tiba Migi menghilang sehingga semua anggota kru harus mencarinya dan masuk ke alam gaib (*atau kemanapun mereka terbawa). Dalam proses pencarian tersebut, satu per satu dari anggota kru film tersebut menghilang. Salah satu pesan yang tentu akan sangat diingat adalah mengenai pesan tentang “Hanya hati yang bersih yang akan menemukan jalan kembali.” . Selama proses pencarian Migi tersebut, mereka banyak menemui hal-hal gaib dan menemui berbagai macam godaan. Dan hingga akhirnya hanya tersisa tiga orang yang bias melalui rintangan itu, yaitu Poppy, Sadha, dan Migi.

Jika dilihat dari segi nilai yang terkandung di dalam film “Keramat” ini, diluar dari ini kisah nyata atau bukan, banyak sekali nilai-nilai yang dimaksukkan dalam film “Keramat” ini. Mitos-mitos yang ada di masyarakat sekitar Yogyakarta pun banyak dimuat di dalamnya. Salah satu diantaranya adalah ada 3 macam godaan paling berat yang harus dilalui seseorang dalam hidup. Godaan-godaan tersebut adalah (1) harta (yang ditunjukkan dengan adegan saat Brama  menemukan cincin akik dan keris gaib); (2) wanita (yang ditunjukkan dengan adegan pada saat si Diaz lebih memilih menemani wanita ‘misterius’ yang ada di tengah hutan, daripada ikut pergi bersama dengan teman-temannya); dan (3) tahta/kedudukan (ditunjukkan pada adegan saat si Cungkring mau membantu sang Sutradara setelah dijanjikan akan dijadikan cameramen dalam film-nya selanjutnya). Semua hal tersebut merupakan godaan-godaan yang ada dalam kehidupan manusia sebelum menuju sebuah kesuksesan dalam hidup. Juga ada peringatan bahwa manusia harus tetap menjaga alam, bahwa semuanya akan kembali ke alam. Sebenarnya arti dari kata “alam” yang sering disebut di film ini juga masih menjadi banyak pertanyaan. Apakah yang dimaksudkan adalah alam lingkungan, atau ‘alam’ dari hati manusia sendiri.(ren)

(to be continue.... ) *kayak di sinetron-sinetron ajah.. 
Selanjutnya kita bakalan ngomong masalah genre analysis ... repertoire of elements nya..

No comments:

Post a Comment