Aku cuma kepingin share tentang beberapa teori film... :)
semoga bermanfaat..///
“A text is something that contains a complex of events (images, words, sounds) that are related to each other within context, which can be a story or narrative.” (Kolker, 1998:12)
Jadi, sebuah teks merupakan sesuatu yang terdiri dari peristiwa-peristiwa yang kompleks, yang berupa gambar-gambar, kata-kata, dan suara-suara, yang saling berhubungan satu sama lain di dalam suatu keadaan. Teks tersebut juga merupakan sesuatu yang bisa diceritakan atau dinarasikan.
Beberapa kejadian yang membuat suatu makna tertentu bisa dikatakan sebuah teks, jika kita bisa mengisolasi teks tersebut dan mendefinisikannya di luar batasan-batasan serta struktur internal yang dimilikinya, dan respon kita terhadap teks tersebut. Sebuah teks yang lengkap harus dilihat, dibaca dan didengar oleh seseorang. Sehingga orang lain bisa menginterpretasi teks tersebut.
Film merupakan sebuah teks yang mandiri. Sebagai sebuah teks, seperti halnya buku kumpulan puisi, novel, lukisan, patung, atau bentuk-bentuk budaya yang lain, maka film juga muncul sebagai hasil dari sebuah tindakan pembacaan atau interpretasi.
Sebuah teks juga merupakan sesuatu yang bersifat fisik, seperti buku ataupun novel. Tetapi, sebuah lukisan juga merupakan teks, sama halnya dengan sebuah film. Secara fisik, sebuah film bisa dideskripsikan salah satunya sebagai lima atau enam gulung pita plastik berukuran 35mm yang berisikan gambar-gambar fotografi yang diproyeksikan dalam layar di bioskop. Atau bisa juga dideskripsikan sebagai kaset video yang kita sewa yang berisikan plastic magnetik yang memiliki panjang ratusan kaki. (Kolker, 1998:12).
Walaupun kurang bersifat personal, tetapi film lebih mudah diakses. Selain itu, film juga lebih dekat dengan dunia tempat kita tinggal, yang bisa menyentuh kehidupan sosial kita (Kolker, 1998:13). Hal tersebut dikarenakan film merupakan bagian dari masyarakat, mulai dari cara pembuatan film tersebut, distribusi, dan eksibisi. Film bisa dikatakan sebagai suatu konstruksi realitas yang ada di dalam masyarakat yang dilakukan oleh industri media. Atau bisa juga dikatakan bahwa film merupakan suatu refleksi kebudayaan masyarakat.
Tetapi disaat yang bersamaan, film juga merupakan produk dari suatu budaya masyarakat (Nowlan, 2001). Cara masyarakat merepresentasikan sebuah film akan berpengaruh terhadap pikiran, perasaan, kepercayaan, dan interaksi yang mereka lakukan. Dan seperti yang sudah disebutkan bahwa film mengambil realitas yang ada dimasyarakat tersebut sebagai ide serta mengubahnya menjadi sebuah cerita, di dalam film tersebut. (ren)

No comments:
Post a Comment