Translate

Friday, December 12, 2014

DARI "KERAMAT" JADINYA MERAMBAT (KE ANALISIS GENRE --- SEADANYA SAJA)


Masih tentang film "Keramat"...!!!!


Dari segi sinematografi, kalau ditinjau dari genre analysis (*alasan utama pake teori ini karena lumayan tahu dikit teori ini dari teori-teori lainnya. Hehhe..) saya sangat merasakan kesan “horror” yang ada di dalam film ini. Ada lima elemen dalam genre analysis, yaitu repertoire of elements, yang meliputi:



1.     Narasi – cerita


Dalam film ini, cerita yang dimuat menjadi suatu yang sangat menentukan dari karakter film "horror" yang menjadi genre film ini. Dengan mengangkat cerita yang kental dengan kebudayaan masyarakat, terutama suku Jawa, dan mengenai mitos-mitos yang ada di sekitar daerah Yogyakarta (dimana lokasi film tersebut diambil), orang akan terbawa dengan cerita di dalam film tersebut. Apalagi masyarakat banyak yang masih takut dengan hal-hal gaib yang banyak muncul pada adegan di film “Keramat” ini. Dari segi cerita yang mengangkat tentang kerasukan, orang yang hilang secara mistis atau dalam bahasa Jawa sering disebut dengan istilah "kalap", menjadi hal yang sering ada dalam cerita horor di Indonesia...(untuk sinopsis cerita baca saja postinganku sebelumnya..)

2.      Karakter – karakteristik dari masing-masing pemeran


Saya mengacungi jempol untuk para pemeran dalam film “Keramat” ini. Terutama yang paling saya anggap ‘keren’ adalah karakter dari Migi (perempuan yang kerasukan dan dibawa kea lam gaib). Karakter dia yang cenderung diam, tetapi kemampuan dia dalam mengekspresikan tentang seorang yang kerasukan dan menjadi inti dari cerita ini, dia memerankannya dengan WOW.. (*dapet banget pokoknya). Kemudaian adalah si Sadha (Arrgghh..!!! *tereak histeris karena dia ganteng dan so calm)  - yup.. dia adalah asisten dari sutradara songong nan jutek -  karakter dia yang tenang, kalem dan selalu menjadi penengah, serta sabar menghadapi teriakan boss nya, bisa dibilang akan menjadikannya seorang ‘super hero’. Yah.. masih banyak lagi karakter yang ada di film ini, seperti sang sutradara yang galak dan karakter-karakter lainnya (silakan ditonton filmnya sendiri yaaa…). Tetapi saya sendiri masih agak bingung dengan pembagian masing-masing karakter ini.. siapa yang antagonis, protagonis, trigonis.. Yang jelas....karakter hantu akan  selalu menjadi tokoh yang bisa disebut jahat (antagonis).

3.     Setting – pengambilan lokasi, waktu.


Dalam  film “Keramat” ini, pengambilan waktu dan tempat sangat tepat. Di daerah Yogyakarta dimana kebudayaan masih kental, masih menjunjung nilai adat serta kepercayaan yang berbau mistis menjadi daya tarik tersendiri dari film ini. Apalagi ditambah dengan pencahayaan yang minim, pengambilan waktu yang mayoritas pada malam hari, tentu sangat membantu dalam menguatkan kesan “horror” dalam film ini. Malam hari menjadi hal yang berhubungan erat dengan rasa takut yang muncul. Dengan minimnya cahaya pada malam hari itulah yang menjadi salah satu penyebab munculnya rasa takut tersebut. Selain itu tempat yang diambil, seperti rumah tua, hutan belantara, pantai Parangtritis (yang terkenal tentang kerajaan Ratu Pantai Selatan dan sering ada korban hilang di tempat tersebut) tentu tidak kalah berperan dalam memunculkan kesan “horror” dalam film ini.

4.   Ikonografi – hal-hal yang menjadi cirri khas dari sebuah genre film (dalam film ini “horror” tentunya)


Waaahhh.. kalau sudah membicarakan masalah ikon “horror” yang ada di dalam film ini pasti akan banyak sekali.. Ikon-ikon tersebut antara lain adalah (1) sosok hantu – di Negara Indonesia ini, ‘hantu’ memang menjadi sosok yang sangat ditakuti oleh masyarakat. Sosok hantu sering dikaitkan dengan hal-hal mistis yang terjadi di sekitar kita. Dan hal itu merupakan hal yang sangat menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Dan jika kita membiarakan mengenai film “horror” di Indonesia, tentu saja sosok hantu tidak akan pernah bias lepas dari dalamnya; (2) rumah tua – tempat menginap yang ditempati oleh mereka memang terlihat seperti bangunan yang sudah lama, dilihat dari pintunya dan model bangunan joglo tersebut; (3) bunga melati – bunga yang wangi sepanjang hari..yang menjadi lambang kesucian ini juga bisa menjadi hal yang merujuk pada hal-hal mistis lho..  Jika orang tiba-tiba mencium wangi bunga melati, pasti mereka akan banyak yang bilang “ada setan lewat”, hal ini bisa dijadikan sebuah ikon khusus yang memperkuat kesan bahwa film tersebut masuk dalam genre “horror”; (4) gelap/malam – “setan/hantu muncul pada malam hari”, pasti kita sering mendengar kata-kata itu dari orang di sekeliling kita. Film dengan genre “horror” sebagian besar akan memilih waktu di malam hari/saat hari sudah mulai gelap; Sebenarnya masih banyak lagi ikon-ikon horror yang ada di film ini…tapi aku wis ngantuk… Silakan tonton dan cari sendiri yaaa…

5.   Style (format) – dalam sebuah genre film pasti ada suatu format tertentu sehingga orang akan dengan mudah mengasumsikan film tersebut adalah film “horror”.


Adduuuhhhh….kalo ngomong masalah format susah untuk menjelaskannya… (*atau memang akunya yang gak tahu ya?). Yang jelas… dalam film dengan genre “horror” akan memakai tekhnik pencahayaan minim (low-key). Hal ini dilakukan untuk menangkap kesan “horror” atau menakutkan dari film tersebut. Untuk camera shot … saya tidak bias bicara banyak.. maaf.. (*karena tidak begitu menguasai* Hahahha..). Yang jelas dalam film “Keramat” ini..yang bikin aku teriak adalah ketika tiba-tiba saja ditampilkan sosok hantu pocong dan hantu orang tua. (ren)



Itu jika dilihat dari sisi repertoire of elements (genre analysis) dari film “Keramat” secara sederhana dan berantakan.. Mau melanjutkan secara jelas.. Ntar aku dikirain sedang nulis skripsi.. Hahahhaa... 

MALAM JUM'AT BERKUTAT DENGAN FILM "KERAMAT"



Oke gaess… Gara-gara semalam aku nonton film “Keramat” di kantor dengan tiga orang teman kantor lainnya, jadi kepikiran buat sedikit analisis ini film.. Hohoho… Its been too long I’m not analyzing a movie....Soooo...harap maklum kalau tulisanku sangat random and shabby.. Hehehhee...


Secara singkat, film “Keramat” ini menceritakan tentang sekelompok kru film yang akan melakukan pengambilan gambar di daerah Yogyakarta. Saat berangkat, mereka sebenarnya sudah mendapat rintangan, yaitu kereta api yang bermasalah di tengah jalan, Migi yang merasa kurang enak badan. Ketika baru pertama menginjakkan kaki di Yogyakarta saja mereka sudah di sambut dengan adanya peringatan dari seorang yang mereka anggap gila bilang “Wongso..Wongso..Muliho” (*semoga gak salah). Yang ternyata “Wongso” adalah nama dari ayahnya Migi. Setelah itu ada pula kejadian ketika mereka baru sampai di rumah tua yang menjadi tempat mereka menginap. Di dalam rumah tersebut ada satu set gamelan Jawa. Pada hari pertama mereka menginap, mereka mendengar ada orang menangis dan bunyi gamelan yang tiba-tiba. Dan selama proses ‘reading’ mereka mulai banyak mengalami hal-hal yang mistis. Apalagi setelah salah satu talent mereka kerasukan, dan tiba-tiba menghilang. Mereka awalnya memanggil seorang dukun untuk menyembuhkan Migi yang kerasukan, tetapi tiba-tiba Migi menghilang sehingga semua anggota kru harus mencarinya dan masuk ke alam gaib (*atau kemanapun mereka terbawa). Dalam proses pencarian tersebut, satu per satu dari anggota kru film tersebut menghilang. Salah satu pesan yang tentu akan sangat diingat adalah mengenai pesan tentang “Hanya hati yang bersih yang akan menemukan jalan kembali.” . Selama proses pencarian Migi tersebut, mereka banyak menemui hal-hal gaib dan menemui berbagai macam godaan. Dan hingga akhirnya hanya tersisa tiga orang yang bias melalui rintangan itu, yaitu Poppy, Sadha, dan Migi.

Jika dilihat dari segi nilai yang terkandung di dalam film “Keramat” ini, diluar dari ini kisah nyata atau bukan, banyak sekali nilai-nilai yang dimaksukkan dalam film “Keramat” ini. Mitos-mitos yang ada di masyarakat sekitar Yogyakarta pun banyak dimuat di dalamnya. Salah satu diantaranya adalah ada 3 macam godaan paling berat yang harus dilalui seseorang dalam hidup. Godaan-godaan tersebut adalah (1) harta (yang ditunjukkan dengan adegan saat Brama  menemukan cincin akik dan keris gaib); (2) wanita (yang ditunjukkan dengan adegan pada saat si Diaz lebih memilih menemani wanita ‘misterius’ yang ada di tengah hutan, daripada ikut pergi bersama dengan teman-temannya); dan (3) tahta/kedudukan (ditunjukkan pada adegan saat si Cungkring mau membantu sang Sutradara setelah dijanjikan akan dijadikan cameramen dalam film-nya selanjutnya). Semua hal tersebut merupakan godaan-godaan yang ada dalam kehidupan manusia sebelum menuju sebuah kesuksesan dalam hidup. Juga ada peringatan bahwa manusia harus tetap menjaga alam, bahwa semuanya akan kembali ke alam. Sebenarnya arti dari kata “alam” yang sering disebut di film ini juga masih menjadi banyak pertanyaan. Apakah yang dimaksudkan adalah alam lingkungan, atau ‘alam’ dari hati manusia sendiri.(ren)

(to be continue.... ) *kayak di sinetron-sinetron ajah.. 
Selanjutnya kita bakalan ngomong masalah genre analysis ... repertoire of elements nya..

Wednesday, September 17, 2014

MY TRIP : PULAU HARAPAN YANG PENUH HARAPAN (?) ... Part 2 (MY FIRST SNORKLING)

Cerita berlanjut...!!!!!!

 

Part 2 : My first and its amazing to do.. S N O R K L I N G


Skip aja ya.. selama ada di kapal... Pokoknya kaptennya baik dah.. aku aku ditunjukin tentang pulau-pulau yang kita lewati selama perjalanan.. 

Kita menginjakkan kaki pertama kali di Pulau Harapan sudah sudah disambut dengan teriknya matahari, birunya laut, dan penuhnya dermaga oleh kedatangan para tamu pulau. Ketika itu, yang ada dipikiranku adalah “Oh.. ini yang namanya Pulau Harapan”. Sepanjang mata memandang hanya ada air laut, perahu kecil, jalan dermaga menuju ke rumah warga, dan tidak ketinggalan adalah anak-anak kecil yang teriak-teriak, “Minta uang kertas dong Kak.” (sepertinya minta koin terlalu mainstream)
  
Tidak lama, kita sampailah di homestay, yang dihiasi dengan pohon-pohon yang rindang di depan rumah dan halaman kecil yang bersih serta rapi. Akhirnya...kita bisa benar-benar mengistirahatkan kaki, setelah berdesakan di kapal. Dan yang paling membuat kita girang adalah makan siang kita sudah terhidang di sebuah meja panjang di ruang tamu depan. Voila!!!!!!


Setelah beberes dan makan siang.. Kita bersiap-siap untuk hopping islands dan snorkling.. (*Yeaayy..!! akhirnya merasakan juga snorkling. Dan perlu diingat.. saya GAK bisa berenang.!!!). Dengan berbekal tekad dan nyawa, kita menaiki sebuah perahu kecil dengan kapasitas sekitar 17-20 orang dengan warna biru. 

 
Sepanjang perjalanan tersebut, terpampang jelas  pulau-pulau kecil yang tak berpenghuni maupun yang berpenghuni..dengan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau yang memanjakan mata. Walaupun ada juga diantaranya, yang  terlalu malu untuk menunjukkan rupa pantainya kepada kita yang lewat.

Setelah beberapa menit, akhirnya kita sampai di tempat pertama snorkling, dengan kedalaman 4 m. Yah..karena aku gak bisa berenang, awalnya takut juga untuk masuk ke air. Tapi sekali lagi, dengan bekal tekad dan nyawa aku pun memeberanikan diri untuk menjelajah si Air Asin ini. (*kan ada life jacket ini.. Hehhee..)


Dan W O W .... pemandangan bawah laut memang indah. Di hamparan pasir berwarna putih yang lembut..banyak bersarang makhluk berwarna hitam dengan duri-duri mengelilingi tubuhnya. Dan diantaranya malu-malu bersembunyi dibalik karang. Yaa...dia adalah si Bulu Babi. Untung saja dasar lautnya cukup dalam..jadi kaki masih bebas dari tajamnya duri si Hitam itu. Selain itu, mata kita juga dimanjakan oleh tarian-tarian para ikan-ikan kecil dan terumbu karang yang bersembuni di luasnya laut Indonesia. 

Setelah beberapa menit di spot tersebut..kita beralih ke tempat dengan kedalaman 2 m saja. Tidak kalah dengan laut dengan kedalaman 4 m, dengan kedalaman ini kita juga bisa melihat ikan-ikan kecil yang menari dan mendatangi kami ketika kita memberikan remahan biskuit kecil. 

 Dan dari situ kita melanjutkan lagi perjalanan ke Pulau Bulat untuk hunting sunset. Yaahhh.. walaupun agak kecewa karena kita kehilangan 2 spot lain yang harusnya kita kunjungi, aku sangat senang dengan petualangan pertamaku menjelajah Kepulauan Seribu. Apalagi ada acara barbeque di malam harinya dan lagi kita ke Pulau Kelapa untuk melihat penyu-penyu unyu.. Hahaha..

~~   S E E   Y O U   I N   T H E   N E X T   T R I P   ~~ (ren).

Tuesday, September 16, 2014

MY TRIP : PULAU HARAPAN YANG PENUH HARAPAN (?) ... Part 1 (Berangkat)

Aku pengen cerita tentang trip aku ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Letaknya masih di Jakarta saja lhoo.. walaupun terasa di ujung dunia mana itu. Hahhaa.. Yah.. aku bisa juga sebut dengan petualangan ya ng bikin ketagihan.. :d

Part 1: Berangkat dari Muara Angke


Awalnya sih di ajak sama teman kantor buat ikut dia dan teman-temannya untuk refreshing ke Pulau Harapan. Awalnya sih ragu.. mau ikut apa enggak ya.. Tapi ujung-ujungnya berangkat juga... (*Yaahhhh..kapan lagi mumpung masih muda, mumpung masih single, dan mumpung dapat ijin disertai ada temen buat berangkat) Hehhee..

Petualanganku ke negeri "antah berantah" adalah diwarnai dengan penuh kata-kata "wow", "oh", "kok".. bisa bayangin kan gimana.. ??? (*semoga bisa).

Ok.. awal dari perjalanan ini adalah keberangkatan kita dari rumah temen kantorku, yang ngajakin berangkat, bersama dengan kedua temennya, habis sholat subuh.. Yup..abis sholat subuh.. (makanya aku nginep di rumah temenku ini - sekedar info aja).. secara meeting timenya adalah jam 06.00 dan max jam 07:00 WIB di SPBU Muara Angke. Sedangkan kita-kita ini di Tangerang. So ga usah tanya jauhnya..dan ditambah kita gak tau jalan maupun tempatnya.. Namanya juga "my trip, my adventure" (nyontek judul acara tipi).

Setelah diwarnai dengan acara nanya, telepon, nyasar, puter balik, nanya lagi, dan macet.. akhirnya kita ber empat nyampek juga di Muara Angke pada pukul 07:00... sighh..mepet banget (*maaf ya teman-teman satu trip yang lain). Oh iya...kita ini ikut open trip, jadi banyak temen lainnya yang aku gak kenal.. sebenarnya aku hanya kenal satu orang, yaitu temen kantor ku aja sihh.. Tapi kan udah kenalan juga sama sebagian yang lain. :p

Yahh.. karena emang baru pertama ke Kep. Seribu, saat sampai di Muara Angke aku sampai kagum dengan ramainya, beceknya, baunya.. yang benar-benar "WOW" (*dalam arti positif dan negatif..XD). Dan benar-benar butuh perjuangan nyampek di kapal Raja Mas yang menjadi alat transportasi kita ke Pulau Harapan. Penuh dengan orang yang berdesak-desakan.. (*pernah naik KRL yg jam pulang atau berangkat kerja?? yup..kira-kira seperti itulah)...kita melompati satu kapal ke kapal lainnya. Dengan perjuangan yang besar (*lebay).. akhirnya sampai juga di Kapal Raja Mas itu.. dan aku untung aja dapet tempat di dalam.. pas di dekat kursi kapten.. Langsung  saja aku "ndoprok" di bawah kursi itu.. Alhamdulillah..udah di dalem.. :)

Langsung berangkat ???? Jangan mimpi !!! 
Setelah proses panjang disertai teriakan sang kapten yang ngamuk karena kapalnya gak boleh juga berangkat padahal hampir jam 09:00 (*harusnya berangkat jam 07:00 atau jam 08:00)..dan disertai "negosiasi" dengan petugas (*you know what I mean laahh), akhirnya berangkat juga kapal kita.. Yeaaayyyy.... (b   e   r   s   a   m   b   u   n   g) (ren).